SEJARAH TERBENTUK RAJA AMPAT DI PAPUA

SEJARAH TERBENTUK RAJA AMPAT DI PAPUA

Seperti diketahui pada masa pemerintahan Sultan Tidore yang mengenal kepulauan Nusantara, maka kepulauan Maluku dikenal sebagai pintu masuk menuju pulau Raja-raja.Inilah sebabnya Bangsa Arab menamakan JAZIERAHTUL BAAB MOMLUK tentu berbeda dengan JAZIERATUL BAAB EI MANDEB ditanah Arab.
Pada kerajaan di Maluku dan daerah sekitarnya mengakui eksistensi keberadaan Kolano (Irian menyebut Korano) yang artinya sebagai pemimpin mereka yang dihormati dan dipercaya. Pada gugusan kepala burung itulah nama Kolano Fat yang berarti Raja Ampat terpatri hingga kini sebagai jati diri dari pulau Maluku Yaitu : Sultan Tidore,Ternate Bacan dan Jailolo.Namun secara Mikro yang dimaksudkan adalah raja-raja dikepulauan Irian yaitu Raja Salawati,Raja Missol,Raja Batanta dan Raja Waigeo.
Dalam peta dunia orang hanya mengenal kepulauan raja Ampat adalah kesenambungan dari pemerintahan Maluku Kie Raha.
Sebagai penggemar sejarah Presiden RI pertama Soekarno mengetahui tentang noktah pulau Irian sehingga begituantusianya beliau berusaha menuntut pulau Irian dari tanggan kolonial Belanda, namun perjuangan diplomasi tidak berhasil sehingga lewat Trikora yang dicanangkan di Yogyakarta pembebasan Irian dilaksanakan. Karena kekuatan angkatan bersenjata Indonesia adalah yang terbesar di wilayah Asia Tenggara.
Di kepulauan Maluku inilah cikal bakal dari historis Irian terungkap karena jelas pulalu Irian mulai mengenal peradaban dunia luar yang sekian lama bagai tertutupawan gelap yang menyelimuti salju. Hal ini memang dipahami mengingat letak geografis keberadaan Maluku adalah tetangga terdekat disamping mempunyai struktur pemerintahan kuat yang lengkap dan kekuatan armada perangnya yang mampu menjangkau seluruh kepulauan Nusantara.Perjalanan arsenal badai Utaranya mampu meruak sampai Borneo,Sabah,Sulawesi,Zuhu,Mangindanao,Irian Nusan Tenggara dan Sunbawa serta terus ke bagian timur pasifik.
Struktur pemerintahan Raja Ampat seperti negri Salawati yang masuk dalam kabupaten Sorong meliputi daratan pantai Irian menggunakan bahasa Maden yang merupakan bagian dari bahasa Maya yaitu bahasa umum di kepulaan Raja Ampat.
Ada beberapa suku yang kita jumpai disana yaitu Suku Sailolof,Kotlot,Waipuh Waipam dan Suku Palamul. Kelompok palata berasal dari teluk mayabilit (Waegeo) sedangkan kelompok palamul berasal dari daerah onim (fak-fak).Ada juga dijumpai penduduk moilemo, bira sagun dimana komunikasi bahanya menggunakan bahasa maya.
Selurah penduduk pulau Salawati kini memeluk agama Islam dan agama Keristen namun disisi lain mereka tetap mempertahankan kehidupan asli mereka yaitu agama primitif dimana budaya mon atau jin masih melekat dalam upacara persembahan dimalam hari dan menari sampai pagi.
Struktur pemerintahan si Solilolof ( Raja Ampat) berbentuk kerejaan dibantu olah suatu dewan adat yang terdiri dari kepala adat dimana tiap marga (Gelet) mempunyai wakilnya di dewan. Disamping Dewan Adat Kerajaan, Fun juga mengangkat perwakilan unruk meneruskan pemerintahnya didaerah yang jauh di pusat pemerintahan
Ada beberapa gelar kepala adat Raja Ampat dengan jabatannya masing-masing yang merupakan pemberian gelar dari SULTAN TIDORE kepala FUN yang secara periodesasi tetap mengantar upeti ke Kerajaan TIDORE.
a) Marga Metawai——————-Kepala adanya bergelar Jujau
b) Marga————————— Kepala adat bergelar Hukum
c) Marga Umalelen————— Kepala adat bergelar Domlaha/giemalaha
d) Marga Gemoor—————– Kepala adat bergelar Sawohit
e) Marga Ulla———————- Kepala adat bergelar Sadaha
f) Marga Umpeles—————- Kepala adat bergelar Mahimo.

Disamping gelar adat, wakil-wakil Fun dipulau Salawati bergelar Kapita Umal atau mirimo (Mahimo) disapa galar merimo di kepulauan mesa kapal bergelar sangaji sedangkan diseget bergelar dumlaha.
Singkat cerita ; pada umumnya wakil-wakil diluar kerajaan bertugas mengumpulkan upeti keapada Fun yang nentinya diteruskan ke SULTAN TIDORE.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: