PEMPERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA ORGANISASI

Januari 23, 2009

A.  Latarbelakang

Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (Empowering of Human resources atau Empowering  Resources ) merupakan suatu  aspek  manajemen yang sangat penting,kunci dan strategis, karena dimana Sumber Daya Manusia harus mampu berperan untuk menterjemahkan daya terhadap sumber-sumber lainnya pada suatu tatanan manajemen yang menjadi tujuan Organisasi. Bila manusia tidak dapat memfungsikan daya untuk kemajuan organisasi, maka dapat dipastikan manajemen organisasi akan tidak efisien,tidak efektif dan tidak ekanomis.

Bila kita memehami pengertian Sumber Daya Manusia (SDM) sebaiknya kita awali dari kata kuncinya yaitu,”Daya” yang artinya Energy. daya dalam konteks SDM adalah daya yang bersumber dari manusia berupa tenaga atau kekuatan yang ada pada diri manusia itu sendiri yang digambarkan memeliki/mempunyai kemampuan (competency) untuk  membangun dalam pengertian mampu berkreasi,produktif,inofasi atau maju-positif dalam konsep untuk memajukan Misi Organisasi.

Membanguna,berarti melakukan kegiatan pembangunan,adalah suatu proses kegiatan yang sistematis,terencana,terpadu dan berkelanjutan untuk tercapainya sasaran dan tujuan yang lebih baik  dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, baik bagi diri manusia itu sendiri,bagi institusinya dimana ia berkarya, maupun bagi masyarakat lingkungan dimana manusia itu berdomisini,mengaktifkan dayanya.Mampu membangun tentu fungsi daya dapat berperan,adanya kemauan untuk berkreasi,mampu berpruduksi,profesional dan bertanggung jawab.

Dari pengertian SDM ini dapat memberikan suatu pemehaman bahwa tidak semua manusia dapat disebut sebagai SDM,karena manusia yang tidak memeliki/mempunyai,”Daya” dalam arti Competency,maka itu tidak layak disebut sebagai SDM, pendapat ini diperkuat pada konteks tataran ilmia menurut ;

Nawawi:1998;78,Kepemimpina dalam Organisasi,ada tiga pengertian Sumber Daya Manusia :

1)      Sumber Daya Manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi (disebut juga personil,tenaga kerja,pekerja atau karyawan).

2)      Sumber Daya Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.

3)      Sumber Daya Manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal (non material/nonfinansial) di dalam organisasi bisnis yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (riel) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.

 

B.  Pembahasan

Perlu diletahui pula bahwa sumber dari sumber-sumber ( Resources ) yang ada dalam manajemen, keberadaan SDM dalam manajemen  sungguh sangat strategis bahkan merupakan kunci untuk keberhasilan manajemen dalam rangka pelaksanaan berbagai aktifitas untuk mencapai tujuan sebagaimana ditetapkan. Hal ini dapat dimaklumi karena betapapun ketersediaan dan kelengkapan sumber-sumber tersebut diberdayakan oleh Sumber Daya Manusia yang tepat dan handal. Oleh karena itu tidak mustahil bahwa usaha pencapaian tujuan organisasi menjadi tidak efisien dan tidak efektif karena daya dalam Sumber Daya Manusia tidak menunjukkan dan tidak menggambarkan sebagaimana diharapkan. Artinya daya yang bersumber dari manusia   berupa tenaga   atau kekuatan  yang ada pada diri   sumber-sumber lainnya ( Non Human resources ) sehingga tidak memberi manfat / hasil dalam suatu organisasi.Berksitsn dengan hal tersebut, maka  tujuan Pemberdayaan SDM adalah terwujudnya SDM yang mempunyai/memeliki kemampuan ( competency ) yang kondusif, adanya wewenang (authority ) yang jelas dan dipercayai serta adanya tanggung jawab (responsibility) yang akuntabel  dalam rangka pelaksanaan misi organisasi.

Pada uraian – uraian diatas telah dikamukakan bahwa SDM dalam organisasi sangat strategis dan menentukan, bahkan keberhasilan organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan justru ditentukan oleh faktor sumber daya manusianya, Maka dari itu sumber daya manusia selaku pegawai yang tidak memberi “Daya” adalah tidak dikatagorikan  sebagai sumber daya manusia dalam suatu organisasi. Sehubungan  dengan itu, maka aspek-aspek  atau kompenen-komponen yang perlu mendapat perhatian serius dalam pemberdayaan sumber daya manusia adalah :

1)      Kemempuan     ( competency )     pegawai     meliputi;     pengetahuan    (knowlede), keterampilan   (skill)  dan  sikap atau perilaku (attitude).

2)      Kewenangan yang jelas,artinya seseorang  pegawai yang ditetapkan atau yang diserahi tugas, harus jelas kewenangannya. Karena seseorang yang tidak jelas kewenangannya akan menimbulkan  keragu-raguan dalam setiap melakukan kegiatan. Apabila demikian adanya maka pegawai  (SDM) tersebut kurang berdaya atau efektif didalam melaksanakan  tugas-tugasnya.

3)      Tanggung jawab pegawai  yang jelas, artinya seseorang pegawai melakukan tugas atau wewenangnya,senantiasa diikuti dengan tanggung jawab. Karena dengan demikian pegawai tersebut senantiasa dituntut bertindak menampilkan yang terbaik  dalam arti secara efektif dan efisien.

4)      Kepercayaan terhadap pegawai yang bersangkutan, artinya bahwa seseorang pegawai yang ditugasi atau diserahkan wewenang  dengan pertimbangan yang matang dari berbagai aspek-aspek yang pada hakekatnya dapat disimpulkan bahwa yang bersangkutan adalah dipercayakan atau diberi kepercayaan sepenuhnya untuk mengembang tugas,wewenang dimaksud.

5)      Motivasi, merupakan semua kekuatan yang ada dalam diri seseorang yang memberi daya,memberi ara dan memelihara tingkah laku. Dalam proses kehidupan sehari-hari,motivasi diartikan sebagai keseluruhan  proses pemberian dorongan atau rangsangan kepada para karyawan  (pegawai) sehingga mereka bersedia bekerja dengan rela tanpa dipaksa.Dengan demikian bahwa pemberian motivasi merupakan hal yang sangat penting terhadap sumber daya manusia, agar mereka tetap dan mau melaksanakan pekerjaan / misi organisasi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dengan iklas dan sepenuh hati.

6)      Kepemimpinan ( leadership) kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi, bukan tujuan kelompok atau tujuan personal.

 

 

 

  1. Implementasi

Perspektif tentang organisasi tentu tidak terlepas dari struktur,sistem dan mekanisme kerja, keberberfungsian mekanisme interen yang diterapkan pada struktur organisasi harus disesuaikan  dengan kompetensi, sehingga daya dari SDM mampu meminimalisir kelemahan/kefakuman struktur yang terjadi pada subsistem.

Seorang pemimpin,apa dia pemimpin penanggung jawab program maupun pemimpin oprasional harus bersifat persptif terhadap pendelegasian  tugas, profesional, produktifitas, kreaktif dan inovatif itu yang  menjadi keharusan dalam pengembangan dan pemberdayaan SDM sehingga daya dari sumber daya manusianya mampu berfungsi untuk menterjemahkan konsep pimpinan demi tercapainya target program organisasi sesuai dengan Visi dan Misi Organisasi.

Proses pencapai target program organisasi tidak terlepas dari manajemen pengawasan pimpinan serta kekuatan daya dari sumber daya manusia (staf) yang menjadi enrjik,spirit dan dedikasi dalam mengimplementasikan tugas-tugasnya. Pimpinan penanggung jawab program maupun pempinan oprasional program harus mampu mengkomunikasikan visi strategis organisasi kepada seluruh pihak yang terkait (stake-holders),menciptakan komitmen dan motivasi yang tulus dari mereka,bertindak sebagai  penggerak inovasi dan semangat pengabdian, hak intelektual sangat penting mengimplementasikan arah dan mutu dari setiap kebijakan  pimpinan untuk menunjang suksesnya setiap kegiatan.

Setiap organisasi tidak terlepas dari persoalan, setiap persoalan muda menginventarisasi tapi sulit untuk meracik formula solusi yang tepat apa lagi mengimplemantasikan untuk itu diperlukan kekuatan komitmen yang bersinerji dari stake-holders sesuai dengan peranannya masing-masing.

 

D. Rekomendasi.

1.  Ada empat kata kunci  sukses dalam memimpin organisasi ; 1. Membangun dan menata   Manajemen Demokrasi   yang terbuka. 2 Serius kerja keras penuh ketekunan dan keihlasan.  3  Prnerapan mekanisme interen berdasarkan Tupoksi    4. Evaluasi dan dialog .

 

2.  Ada dua konsep kegagalan yang perlu dihindari ;

 

a)      Jika kehendak hati tidak singkron dengan kehendak pikiran yang timbul suatu kebingungan.

b)      Salah satu bentuk kebingungan kita terhadap diri sendiri yaitu ;

Mengapa kita tidak melakukan sesuatu yang kita tahu bermanfaat bagi kita dan Organisasi. Kasusnya ;

1.      Kita ingin kuat tetapi tidak mau berlatih

2.      Kita ingin sukses tetapi selalu menunda-nunda pekerjaan.

3.      Kita ingin pintar tetapi tidak suka membaca

4.      Kita ingin punya teman tetapi sulit tersenyum atau menyapa.

5.      Kita ingin dibantu tetapi sulit meminta tolong

6.      Kita banyak berbicara tetapi kurang berbuat

7.      Kita bisa, tapi kita takut  melakukan yang terbaik.

 

 Daftar Pustaka

Atmosudirjo, Prajudi. ( 1974) Dasar-Dasar Administrasi Manajemen Jakarta LAN.

Hick, Hebert G. dan Gulliet, G Ray. ( 1995 ).Organisasi Teori dan Tingkahlaku, diterjemahkan oleh G. Kartaspoetra, Bumi Aksara, Jakarta.

Maslow, Abraham, H. (1970) Motivation and Personality/ New York : Harper and Row Publishers.

Moekijat, ( 1990 ), Asas-asas Perilaku Organisasi, Mandar Maju, Bandung.

……….., (1995), Manajemen Personalia dan Manajemen Sumberdaya Manusia, Mandar Maju, Bandung.

Robbins, Stephen P. (1994) Essential of Organizational Behavior, anew Jersey : Prentice-Hall.

Siagian, Sondang  P. (1987), Filsafat Administrasi, CV.Haji Masagung, Jakarta

……………………, (1988) Teori dan Praktek Kepemimpinan,CV.Haji Masagung, Jakarta

……………………, ( 1995) Organisasi dan Perilaku organisasi. Cetakan Kelima, CV Masagung, Jakarta.

Salusus.J. (2000). Pengambilan Keputusan Strategi. Untuk Organisasi Publik dan  Organisasi Non Publik, PT. Grasindo, Jakarta.

Sutarto, ( 1995 ), Dasar-dasar Kepemimpinan Administrasi, Gaja Mada University Press, Yogyakarta.

Sudjana, ( 1993), Metode Statistik, Tarsito, Bandung.

……………….., Nana, ( 1991), Tuntunaan Penyusun Karya ilmiah : Makalah, Skripsi, Tesis dan Disertasi, Sinar Baru, Bandung.

Sugyono, (2002), Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung.

Thoha, Miftah. ( 1990 ) Kepemimpinan dalam Manajemen. Penerbit PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

………………, ( 1995 ) Kepemimpinan dalam Manajemen. Penerbit, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Gary Yukl. (1995) Kepemimpinan Dalam Organisasi, edisi  Bahasa Indonesia Penerbit PT Indeks Kelompok GRAMEDIA

Agus Mustofa – QUANTUM IKHLAS ( Teknologi Akktivasi Kekuatan Hati ) Penerbitan PT Elex Media Komputindo.

 

 

Semoga bermanfaat

M.A.FOLAGOBA

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA SUMBERDAYA STAF

Januari 23, 2009

A. Argumentasi
Perhatian pada kinerja dimulai pada saat manusia mulai memikirkan usaha untuk melepaskan diri dari belunggung kemiskinan setelah Revolusi Industri di Inggris pada abad kedelapan belas, usaha ini dilakukan lebih ilmiah, sistematis dan dalam berbagai bidang (Ravianto, 1986 : 4 )
Sebagai kelanjutan dari revolusi industri adalah ditemukannya alat produksi berupa mesin-mesin dan peralatan yang makin maju dan pintar. Meskipun demikian aspek manusia dalam proses produksi selalu saja menjadi perhatian utama. Mengapa ? Karena manusia-lah perencana dan pelaksana proses produksi itu. Manusia adalah yang paling berpengaruh sehingga diperlukan upaya-upaya untuk memahami kemauan atau dorongan dari dalam setiap manusia.
Memahami dorongan-dorongan dari dalam sehingga dapat mengelola sumberdaya ini sebaik mungkin adalah salah satu aspek manajemen paling penting sekaligus sukar direalisasikan. Dalam konteks ini adalah bagaimana memotivasi pekerja sedemikian rupa sehingga mereka senang melakukan apa yang menjadi tugas mereka untuk meningkatkan kinerja.
Indikator keberhasilan seseorang pemimpin adalah keberhasilan para sumberdaya aparaturnya dalam menyelesaikan tugas dan melaksanakan tanggungjawab yang diberikan dan hal ini tidak bisa dipisahkan dengan motivasi yang telah diberikan kepada para sumberdaya aparatur, tentunya sebagian besar memotivasi untuk bekerja lebih produktif terletak pada diri sumberdaya staf itu sendiri, namun tidak terlepas pula dari pengaruh pimpinannya, dimana pimpinan yang berhasil memberikan contoh akan menciptakan suatu keadaan yang menggerakkan perilaku sumberdaya aparatur ke tujuan yang dapat memberikan pemenuhan kebutuhan dan kepuasannya. Gaya kepemimpinan dalam organisasi menjadi kunci penentu terhadap peningkatan kinerja sumberdaya aparatur pada Lingkungan kerjanya.
Penilaian kinerja terhadap personal dan organisasi secara keseluruhan dimulai dari uraian tugas dan fungsinya, merupakan hal yang harus dilakukan untuk mengetahui sudah seberapa besar yang telah dicapai dan bagaimanan kebutuhan dari organisasi dan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi baik langsung maupun tidak langsung. Melalui penilaian kinerja organisasi akan dapat diketahui apakah kinerja personal dalam organisasi sudah sesuai dengan yang diharapkan atau masih membutuhkan bantuan dari pihak luar sehingga apa yang diinginkan dapat dicapai..
1. Tujuan
Memberikan pencerahan ilmiah dan pembelajaran kepada pembaca terhadap upaya dalam rangka peningkatan kualitas personal untuk menjadi seorang pemimpin.
2. Teori Perilaku ( behavior)
Pendekatan dengan teori perilaku mencoba untuk melihat dan menemukan bagaimana perilaku para pimpinan yang efektif, bagaimana mereka melakukan instruksi,konsultasi,partisipasi dan pendelegasian tugas, serta berkomunikasi, memotivasi, pemberian sanksi atau hukum dan lain sebagainya.
Melalui pendekatan ini diharapkan memberikan jawaban yang lebih definitive mengenai kepemimpinan, yaitu dengan mengidentifikasikan perilaku-perilaku tertentu yang dipergunakan oleh pemimpin, sehingga dengan demikian dapat mempersiapkan orang-orang untuk menjadi pemimpin melalui pelatihan kepemimpinan.

3. Metode penelitian
Teknik peniltian yang digunakan pada penulisan ini adalah kepustakaan dimana penelahan terhadap permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini tidak terlepas dari tulisan ilmiah (buku-buku) yang berhubungan dengan kepemimpinan dan kinerja.
B. Pembahasan.
1. Kepemimpinan
Secara etimologi pemimpin dan kepemimpinan berasal dari kata pimpin (to lead) kemudian dengan penambahan imbuhan (konjungsi) beruba menjadi pemimpin (leader) dan kepemimpinan (leadership). Dalam kepemimpinan terdapat hubungan antara manusia yaitu hubungan mempengaruhi ( dari pemimpin ) dan hubungan kepatuhan / ketaatan para bawahan karena dipengaruhi oleh kewibawaan pemimpin.
Pemimpin dan kepemimpinan tersebut bersifat universal, artinya selalu ada dan senantiasa diperlukan pada setiap usaha bersama manusia dalam segenap organisasi ( baik organisasi bisnis maupun pemerintahan ) mulai dari tingkat yang paling kecil atau inti, yaitu keluarga, sampai pada tingkat lokal, regional sampai nasional dan internasional, dimanapun dan kapanpun.
Secara etiologi telah banyak konsep yang telah dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian pimimpin dan kepemimpinan. Diantaranya Alan C Filley dalam kutipan moeftie W (1967) merumuskan pengertian pemimpin dan kepemimpinan sebagai berikut :
Kepemimpinan adalah proses seseorang menggunakan pengaruh kemasyarakatannya, terhadap para anggota suatu kelompok lainnya (leadership is a process where by one person exert social influence over the member of the group ). Sedangkan pemimpin adalah seorang dengan daya kekuatannya terhadap orang lain melakukan wewenang untuk tujuan mempengaruhi tata laku mereka (a leader is a person with power over other who exercise this power for the purpose of influencing their behavior ).
Sedangkan Kertini Kartono (1992 :25) memberikan pengertian pemimpin dan kepimimpinan sebagai berikut : Pemimpin adalah seorang pribadi yang memeliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan kelebihan di suatu bidang sehingga mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan, sedangkan Kepimimpinan adalah suatu proses yang mengarahkan dan mempengaruhi serta melibatkan / menggerakkan orang lain atau kelompok orang untuk mencapai tujuan seseorang atau kelompok dalam situasi tertentu. Kepemimpinan tersebut terjadi jika di dalamnya terpenuhi unsur-unsur sebagai berikut :
a) Ada orang -orang atau pihak yang mempengaruhi atau menggerakkan ( yang memimpin/pimpin).
b) Ada orang-orang atau pihak yang dipengaruhi atau digerakkan untuk mencapai tujuan tertentu ( yang dipimpin/bawahan).
Pengertian kepemimpinan demikian mempunyai ruang lingkup yang luas. Artinya bisa saja terjadi diluar organisasi / perusahan yang tampa dibatasi oleh aturan dan birokrasi serta tata krama organisasi. Dengan kata lain bahwa manajemen/manajer merupakan jenis pemikiran yang khusus dari kepemimpinan.
2. Kinerja
Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya dapat dilihat dengan adanya kinerja menunjukan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang. Seperti dikemukakan Dharma,1991 : 1, Kinerja adalah sesuatu yang dikerjakan atau produk / jasa yang dihasilkan atau diberikan oleh seseorang atau sekelompok orang. Kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, kesungguhan serta waktu (Hasibuan, 1991 : 105 ).
Dari dua pendapat diatas maka dapat diambil satu pengertian bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dicapai olah seseorang dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya dengan penuh kedisiplinan. Kinerja yang baik merupakan suatu langkah menuju tercapainya tujuan organisasi. Sehingga kinerja merupakan sarana penentu dalam mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk meningkatkan kinerja. Namun hal tersebut tidaklah mudah karena banyak faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kinerja seseorang, fakto-faktor tersebuat diantaranya adalah :
a) Faktor individu; secara psikologi,individu yang normal adalah individu yang memiliki integgritas yang tinggi antara fungsi psikis dan fisiknya,artinya dengan adanya integgritas yang tinggi antara fungsi psikis dan fisik maka individu tersebut memeliki konsentrasi diri yang baik karena hal ini merupakan modal utama individu manusia untuk mampu mengelola dan mendayagunakan potensi dirinya secara optimal dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan kata lain, tanpa adanya konsentrasi yang baik dari individu dalam kerja, maka harapan pimpinan terhadap mereka untuk dapat bekerja produktif dalam mencapai tujuan organisasi menjadi mimpi/sia-sia. Konsentrasi individu manusia dalam bekerja sangat dipengaruhi oleh kemampuan potensi, yaitu kecerdasan pikiran/Inteligensi Quotiont (IQ) dan kecerdasan emosi/Emotional Quotiont (EQ).
b) Faktor lingkungan Organisasi ; faktor lingkungan kerja organisasi sangat menunjang bagi individu dalam mencapai prestasi kerja. Faktor lingkungan organisasi yang dimaksud antara lain uraian jabatan yang jelas, autoritas yang memadai, target kerja yang menantang, pola komunikasi kerja efektif, hubungan kerja harmonis, iklim kerja respek dan dinamis, peluang berkarier dan fasilitas kerja yang relatif memadai. Sekalipun, jika faktor lingkungan organisasi kurang menunjang, maka bagi individu yang memiliki tingkat kecerdasan pikiran memadai dengan tingkat kecerdasan emosi baik, sebenarnya ia tatap dapat berprestasi dalam bekerja.
C. Implementasi Konsep Kepemimpinan dalam meningkatkan kinerja staf di Balai Besar Diklat.
1) Penerapan gaya kepemimpinan efektif.
Individu manusia adalah mahluk sosial yang diciptakan Allah dan diberikan kelebihan melebihi ciptaan Allah yang lain,manusia disebut khalifa atau pemimpin karena dia diberikan hati dan pikiran, oleh karena itu bila kita mau menjadi manusia yang selalu membawah kesejukan bagi orang lain dimanapun kita berada baik secara individual maupun secara kelompok sebaginya kita mampu memfungsikan hati dan pikiran kita secara optimal agar apa yang kita berbuat selalu adil, konsep ini sudah digambarkan Allah Tuhan Yang Maha Esa melalui utusan-utusanNya. Kata kunci, pemimpin yang efektif itu mernurut penulis ada pada Kepemimpinan : Musa AS Nabi Allah, Daut AS Nabi Allah, Isa AS Nabi Allah Dan Muhammad SAW Nabi Allah.

2) Peningkatan kinerja.
a) Faktor Individu
Manusia kalau dilihat dari sudut pandang psikologi kerja pada hakekatnya ada dorong yang kuat dari diri individu itu untuk datang kekantor bekerja sebagi seorang PNS karena terdorong oleh faktor psikis dan fisik, keterpanggilan ini dituntut dengan kesiapan diri yang siap, tapi perlu kita ketahui bahwa individu manusia itu tidak semua memeliki motivasi kerja yang tinggi tapi ada juga manusia memeliki motivasi kerja yang rendah, Hal ini membuat manusia sangat peka dalam menempatkan dirinya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan diberikan oleh atasan kepadanya.
Kinerja dapat diukur dari kemampuan diri yang diekspresikan terhadap penyelesaian kasus yang di hadapi individu manusia dalam beraktivitas atau perintah tugas yang diberikan pimpinan kepadanya kapan dan dimana saja manusia itu bekerja. Oleh sebab itu upaya untuk meningkatkan pengembangan kualitas diri, agar diri kita tumbu menjadi sumber daya manusia yang siap dan mampu bekerja dengan penuh konsentrasi,memeliki tingkat inteligensi minimal normal serta tidak menghadirikan tingkat kecerdasan emosi yang bersifat tidak merasa bersalah yang berlebihan, mudah mara, mudah dengki, mudah benci, iri hati, dendam, sombong, minder dan selalu cemas… ( Enjoin aje ).
b) Lingkungan Organisasi Balai.
Hal yang dimaksudkan pada lingkungan kerja organisasi balai menurut penulis adalah merupakan sebua sistem yang terbentuk dan dikemaskan pada suatu struktur organisasi yang dibentuk oleh aturan, mekanisme dan etika kerja yang dapat diukur melalui impementasi tupoksi dari subsistem yang ada.
Sistem itu merupakan suatu kekuatan yang terorganisir tapi…,bagaikan sebua bola kristal yang segaja diletakkan diatas meja kaca yang berukuran besar serta memeliki grafik mata angin yang menghubungkan sudut yang satu dengan sudut yang lain tapi tetap dalam satu lingkaran tembus pandang, kapan saja bola kristal ini dapat dipindahkan,digelintirkan atau dilimparkan bahkan bisa dihancurkan itu tergantung siap individu manusia yang mau melakukannya….. ? atau bisa saja bola kristal ini harus diamankan agar tidak jatu dan tidak picah itupun tergantung siap individu manusia yang mau melakukannya ……? Agar bola kristal tidak picah atau dihancurka maka kita perlukan orang-orang, disiplin,prinsip, disaider, pelindung dan motivator yang memeliki psikis dan fisiknya yang prima, agar terbangunlah kolaborasi yang sehat,indah dan sempurna untuk menyulam kebolongan – kebolangan sistem yang terjadi pada sistem dan sub sistem organisasi tersebut.Sangat perlu sekali kalau kita bangun kesadaran kita bahwa; ketidak tauan saya/staf ada pada staf yang lain, ketidak tauan staf itu ada pada pimpinan, ketidak tauan pimpinan itupun ada pada pimpinan yang lain. Jika konsep ini bisa terbangun maka penulis optimis kita bisa mencapai keunggulan dan profesionalitas ke-Diklatan itu.
D. Kesimpulan.
 Marilah kita membangunan ketahanan sistem yang kuat pada suatu organisasi, maka seorang pemimpin harus mampu melihat dan bisa menterjemakan bagaimana prilaku para staf dalam melaksanakan perintah dan kebijakan yang ditetapkan atas nama organisasi karena keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan program harus didukung pula dengan adanya kinerja staf melalui tupoksi yang jelas dan juga harus dapat menunjukan hasil kerja yang dicapai secara universal.
 Kompetensi merupakan tindakan emosional dari individu manusia yang bisa berakibat baik, bisa juga berakibat buruk tinggal magaimana manusia itu mampu memanfaatkannya, secara psikologi individu manusia pasti mau berbuat lebih banyak lagi dengan kecerdasan emosi yang dia meliki, namun hal tersebut kadang terhalang dengan iklim kerja yang kurang respek dan tidak dinamis atau bisa saja dari lemahnya faktor SDM, sehingga dituntut kepekaan seorang pemimpim yang sangat bijaksana dalam mengakomodir semuanya.

Semoga bermanfaat

SEJARAH TERBENTUK RAJA AMPAT DI PAPUA

Januari 16, 2009

SEJARAH TERBENTUK RAJA AMPAT DI PAPUA

Seperti diketahui pada masa pemerintahan Sultan Tidore yang mengenal kepulauan Nusantara, maka kepulauan Maluku dikenal sebagai pintu masuk menuju pulau Raja-raja.Inilah sebabnya Bangsa Arab menamakan JAZIERAHTUL BAAB MOMLUK tentu berbeda dengan JAZIERATUL BAAB EI MANDEB ditanah Arab.
Pada kerajaan di Maluku dan daerah sekitarnya mengakui eksistensi keberadaan Kolano (Irian menyebut Korano) yang artinya sebagai pemimpin mereka yang dihormati dan dipercaya. Pada gugusan kepala burung itulah nama Kolano Fat yang berarti Raja Ampat terpatri hingga kini sebagai jati diri dari pulau Maluku Yaitu : Sultan Tidore,Ternate Bacan dan Jailolo.Namun secara Mikro yang dimaksudkan adalah raja-raja dikepulauan Irian yaitu Raja Salawati,Raja Missol,Raja Batanta dan Raja Waigeo.
Dalam peta dunia orang hanya mengenal kepulauan raja Ampat adalah kesenambungan dari pemerintahan Maluku Kie Raha.
Sebagai penggemar sejarah Presiden RI pertama Soekarno mengetahui tentang noktah pulau Irian sehingga begituantusianya beliau berusaha menuntut pulau Irian dari tanggan kolonial Belanda, namun perjuangan diplomasi tidak berhasil sehingga lewat Trikora yang dicanangkan di Yogyakarta pembebasan Irian dilaksanakan. Karena kekuatan angkatan bersenjata Indonesia adalah yang terbesar di wilayah Asia Tenggara.
Di kepulauan Maluku inilah cikal bakal dari historis Irian terungkap karena jelas pulalu Irian mulai mengenal peradaban dunia luar yang sekian lama bagai tertutupawan gelap yang menyelimuti salju. Hal ini memang dipahami mengingat letak geografis keberadaan Maluku adalah tetangga terdekat disamping mempunyai struktur pemerintahan kuat yang lengkap dan kekuatan armada perangnya yang mampu menjangkau seluruh kepulauan Nusantara.Perjalanan arsenal badai Utaranya mampu meruak sampai Borneo,Sabah,Sulawesi,Zuhu,Mangindanao,Irian Nusan Tenggara dan Sunbawa serta terus ke bagian timur pasifik.
Struktur pemerintahan Raja Ampat seperti negri Salawati yang masuk dalam kabupaten Sorong meliputi daratan pantai Irian menggunakan bahasa Maden yang merupakan bagian dari bahasa Maya yaitu bahasa umum di kepulaan Raja Ampat.
Ada beberapa suku yang kita jumpai disana yaitu Suku Sailolof,Kotlot,Waipuh Waipam dan Suku Palamul. Kelompok palata berasal dari teluk mayabilit (Waegeo) sedangkan kelompok palamul berasal dari daerah onim (fak-fak).Ada juga dijumpai penduduk moilemo, bira sagun dimana komunikasi bahanya menggunakan bahasa maya.
Selurah penduduk pulau Salawati kini memeluk agama Islam dan agama Keristen namun disisi lain mereka tetap mempertahankan kehidupan asli mereka yaitu agama primitif dimana budaya mon atau jin masih melekat dalam upacara persembahan dimalam hari dan menari sampai pagi.
Struktur pemerintahan si Solilolof ( Raja Ampat) berbentuk kerejaan dibantu olah suatu dewan adat yang terdiri dari kepala adat dimana tiap marga (Gelet) mempunyai wakilnya di dewan. Disamping Dewan Adat Kerajaan, Fun juga mengangkat perwakilan unruk meneruskan pemerintahnya didaerah yang jauh di pusat pemerintahan
Ada beberapa gelar kepala adat Raja Ampat dengan jabatannya masing-masing yang merupakan pemberian gelar dari SULTAN TIDORE kepala FUN yang secara periodesasi tetap mengantar upeti ke Kerajaan TIDORE.
a) Marga Metawai——————-Kepala adanya bergelar Jujau
b) Marga————————— Kepala adat bergelar Hukum
c) Marga Umalelen————— Kepala adat bergelar Domlaha/giemalaha
d) Marga Gemoor—————– Kepala adat bergelar Sawohit
e) Marga Ulla———————- Kepala adat bergelar Sadaha
f) Marga Umpeles—————- Kepala adat bergelar Mahimo.

Disamping gelar adat, wakil-wakil Fun dipulau Salawati bergelar Kapita Umal atau mirimo (Mahimo) disapa galar merimo di kepulauan mesa kapal bergelar sangaji sedangkan diseget bergelar dumlaha.
Singkat cerita ; pada umumnya wakil-wakil diluar kerajaan bertugas mengumpulkan upeti keapada Fun yang nentinya diteruskan ke SULTAN TIDORE.

PESAN PEJUANG

Januari 16, 2009

PESAN PEJUANG
Karya,M.A.Folagoba,S.Sos,MM

AKU TINGGALKAN PERJUANGAN KU
AKU UKIRKAN PENGABDIAN DAN BAKTI KU
AKU GANTUNGKAN HARAPAN KU UNTUK MU
WAHAI GENERASI MASA KINI

AKU TIDAK MINTA IMBALAN DARI MU
AKU JUGA TIDAK BERTERIAK,WAHAI BANGSA KU
BERSIKANLAH PUSARA KU,TAPI AKU PASTI BERTERIAK
WAHAI BANGSA KU, TERUSKANLAH PERJUANGAN KU,
TERUSKAN BAKTI KU DAN TERUSKANLAH PENGABDIAN KU

WAHAI GENERASI MASA KINI …….
SATUKANLAH JIWA DAN RAGA MU,
PERANGILAH KEMISKINAN BANGSA MU
PERANGILAH KEBODOHAN BANGSA MU
PERANGILAH KETIDAKADILAN DARI BANGSA MU
PERANGILAH SIAPA SAJA YANG MAU MENGHANCURKAN BANGSAKU,BANGSA MU DAN BANGSA KITA SEMUA.

MARI,… MARILAH, KITA RAPATKAN BARISAN KITA
MARI,… MARILAH, KITA BANGUN RASA MEMILIKI,RASA BANGGA,
RASA CINTA DAN RASA BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP NOMENKLATUR INSTITUSI KITA.

MARI,… MARILAH, KITA BERTERIAK BERSATU KITA BISA, BERCERAI KITA RUNTUH…. DAN DITINGGALKAN……
MARI PULA KITA BERTERIAK JAYAKANLAH TIM CENDERAWASIH OUT BOUND, DEMI GAUNGNYA NAMA BALAI BESAR DIKLAT KESOS JAYAPURA.

Hello world!

Januari 15, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!