PEMPERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA ORGANISASI

A.  Latarbelakang

Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (Empowering of Human resources atau Empowering  Resources ) merupakan suatu  aspek  manajemen yang sangat penting,kunci dan strategis, karena dimana Sumber Daya Manusia harus mampu berperan untuk menterjemahkan daya terhadap sumber-sumber lainnya pada suatu tatanan manajemen yang menjadi tujuan Organisasi. Bila manusia tidak dapat memfungsikan daya untuk kemajuan organisasi, maka dapat dipastikan manajemen organisasi akan tidak efisien,tidak efektif dan tidak ekanomis.

Bila kita memehami pengertian Sumber Daya Manusia (SDM) sebaiknya kita awali dari kata kuncinya yaitu,”Daya” yang artinya Energy. daya dalam konteks SDM adalah daya yang bersumber dari manusia berupa tenaga atau kekuatan yang ada pada diri manusia itu sendiri yang digambarkan memeliki/mempunyai kemampuan (competency) untuk  membangun dalam pengertian mampu berkreasi,produktif,inofasi atau maju-positif dalam konsep untuk memajukan Misi Organisasi.

Membanguna,berarti melakukan kegiatan pembangunan,adalah suatu proses kegiatan yang sistematis,terencana,terpadu dan berkelanjutan untuk tercapainya sasaran dan tujuan yang lebih baik  dibandingkan dengan keadaan sebelumnya, baik bagi diri manusia itu sendiri,bagi institusinya dimana ia berkarya, maupun bagi masyarakat lingkungan dimana manusia itu berdomisini,mengaktifkan dayanya.Mampu membangun tentu fungsi daya dapat berperan,adanya kemauan untuk berkreasi,mampu berpruduksi,profesional dan bertanggung jawab.

Dari pengertian SDM ini dapat memberikan suatu pemehaman bahwa tidak semua manusia dapat disebut sebagai SDM,karena manusia yang tidak memeliki/mempunyai,”Daya” dalam arti Competency,maka itu tidak layak disebut sebagai SDM, pendapat ini diperkuat pada konteks tataran ilmia menurut ;

Nawawi:1998;78,Kepemimpina dalam Organisasi,ada tiga pengertian Sumber Daya Manusia :

1)      Sumber Daya Manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi (disebut juga personil,tenaga kerja,pekerja atau karyawan).

2)      Sumber Daya Manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.

3)      Sumber Daya Manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal (non material/nonfinansial) di dalam organisasi bisnis yang dapat diwujudkan menjadi potensi nyata (riel) secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.

 

B.  Pembahasan

Perlu diletahui pula bahwa sumber dari sumber-sumber ( Resources ) yang ada dalam manajemen, keberadaan SDM dalam manajemen  sungguh sangat strategis bahkan merupakan kunci untuk keberhasilan manajemen dalam rangka pelaksanaan berbagai aktifitas untuk mencapai tujuan sebagaimana ditetapkan. Hal ini dapat dimaklumi karena betapapun ketersediaan dan kelengkapan sumber-sumber tersebut diberdayakan oleh Sumber Daya Manusia yang tepat dan handal. Oleh karena itu tidak mustahil bahwa usaha pencapaian tujuan organisasi menjadi tidak efisien dan tidak efektif karena daya dalam Sumber Daya Manusia tidak menunjukkan dan tidak menggambarkan sebagaimana diharapkan. Artinya daya yang bersumber dari manusia   berupa tenaga   atau kekuatan  yang ada pada diri   sumber-sumber lainnya ( Non Human resources ) sehingga tidak memberi manfat / hasil dalam suatu organisasi.Berksitsn dengan hal tersebut, maka  tujuan Pemberdayaan SDM adalah terwujudnya SDM yang mempunyai/memeliki kemampuan ( competency ) yang kondusif, adanya wewenang (authority ) yang jelas dan dipercayai serta adanya tanggung jawab (responsibility) yang akuntabel  dalam rangka pelaksanaan misi organisasi.

Pada uraian – uraian diatas telah dikamukakan bahwa SDM dalam organisasi sangat strategis dan menentukan, bahkan keberhasilan organisasi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan justru ditentukan oleh faktor sumber daya manusianya, Maka dari itu sumber daya manusia selaku pegawai yang tidak memberi “Daya” adalah tidak dikatagorikan  sebagai sumber daya manusia dalam suatu organisasi. Sehubungan  dengan itu, maka aspek-aspek  atau kompenen-komponen yang perlu mendapat perhatian serius dalam pemberdayaan sumber daya manusia adalah :

1)      Kemempuan     ( competency )     pegawai     meliputi;     pengetahuan    (knowlede), keterampilan   (skill)  dan  sikap atau perilaku (attitude).

2)      Kewenangan yang jelas,artinya seseorang  pegawai yang ditetapkan atau yang diserahi tugas, harus jelas kewenangannya. Karena seseorang yang tidak jelas kewenangannya akan menimbulkan  keragu-raguan dalam setiap melakukan kegiatan. Apabila demikian adanya maka pegawai  (SDM) tersebut kurang berdaya atau efektif didalam melaksanakan  tugas-tugasnya.

3)      Tanggung jawab pegawai  yang jelas, artinya seseorang pegawai melakukan tugas atau wewenangnya,senantiasa diikuti dengan tanggung jawab. Karena dengan demikian pegawai tersebut senantiasa dituntut bertindak menampilkan yang terbaik  dalam arti secara efektif dan efisien.

4)      Kepercayaan terhadap pegawai yang bersangkutan, artinya bahwa seseorang pegawai yang ditugasi atau diserahkan wewenang  dengan pertimbangan yang matang dari berbagai aspek-aspek yang pada hakekatnya dapat disimpulkan bahwa yang bersangkutan adalah dipercayakan atau diberi kepercayaan sepenuhnya untuk mengembang tugas,wewenang dimaksud.

5)      Motivasi, merupakan semua kekuatan yang ada dalam diri seseorang yang memberi daya,memberi ara dan memelihara tingkah laku. Dalam proses kehidupan sehari-hari,motivasi diartikan sebagai keseluruhan  proses pemberian dorongan atau rangsangan kepada para karyawan  (pegawai) sehingga mereka bersedia bekerja dengan rela tanpa dipaksa.Dengan demikian bahwa pemberian motivasi merupakan hal yang sangat penting terhadap sumber daya manusia, agar mereka tetap dan mau melaksanakan pekerjaan / misi organisasi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki dengan iklas dan sepenuh hati.

6)      Kepemimpinan ( leadership) kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi, bukan tujuan kelompok atau tujuan personal.

 

 

 

  1. Implementasi

Perspektif tentang organisasi tentu tidak terlepas dari struktur,sistem dan mekanisme kerja, keberberfungsian mekanisme interen yang diterapkan pada struktur organisasi harus disesuaikan  dengan kompetensi, sehingga daya dari SDM mampu meminimalisir kelemahan/kefakuman struktur yang terjadi pada subsistem.

Seorang pemimpin,apa dia pemimpin penanggung jawab program maupun pemimpin oprasional harus bersifat persptif terhadap pendelegasian  tugas, profesional, produktifitas, kreaktif dan inovatif itu yang  menjadi keharusan dalam pengembangan dan pemberdayaan SDM sehingga daya dari sumber daya manusianya mampu berfungsi untuk menterjemahkan konsep pimpinan demi tercapainya target program organisasi sesuai dengan Visi dan Misi Organisasi.

Proses pencapai target program organisasi tidak terlepas dari manajemen pengawasan pimpinan serta kekuatan daya dari sumber daya manusia (staf) yang menjadi enrjik,spirit dan dedikasi dalam mengimplementasikan tugas-tugasnya. Pimpinan penanggung jawab program maupun pempinan oprasional program harus mampu mengkomunikasikan visi strategis organisasi kepada seluruh pihak yang terkait (stake-holders),menciptakan komitmen dan motivasi yang tulus dari mereka,bertindak sebagai  penggerak inovasi dan semangat pengabdian, hak intelektual sangat penting mengimplementasikan arah dan mutu dari setiap kebijakan  pimpinan untuk menunjang suksesnya setiap kegiatan.

Setiap organisasi tidak terlepas dari persoalan, setiap persoalan muda menginventarisasi tapi sulit untuk meracik formula solusi yang tepat apa lagi mengimplemantasikan untuk itu diperlukan kekuatan komitmen yang bersinerji dari stake-holders sesuai dengan peranannya masing-masing.

 

D. Rekomendasi.

1.  Ada empat kata kunci  sukses dalam memimpin organisasi ; 1. Membangun dan menata   Manajemen Demokrasi   yang terbuka. 2 Serius kerja keras penuh ketekunan dan keihlasan.  3  Prnerapan mekanisme interen berdasarkan Tupoksi    4. Evaluasi dan dialog .

 

2.  Ada dua konsep kegagalan yang perlu dihindari ;

 

a)      Jika kehendak hati tidak singkron dengan kehendak pikiran yang timbul suatu kebingungan.

b)      Salah satu bentuk kebingungan kita terhadap diri sendiri yaitu ;

Mengapa kita tidak melakukan sesuatu yang kita tahu bermanfaat bagi kita dan Organisasi. Kasusnya ;

1.      Kita ingin kuat tetapi tidak mau berlatih

2.      Kita ingin sukses tetapi selalu menunda-nunda pekerjaan.

3.      Kita ingin pintar tetapi tidak suka membaca

4.      Kita ingin punya teman tetapi sulit tersenyum atau menyapa.

5.      Kita ingin dibantu tetapi sulit meminta tolong

6.      Kita banyak berbicara tetapi kurang berbuat

7.      Kita bisa, tapi kita takut  melakukan yang terbaik.

 

 Daftar Pustaka

Atmosudirjo, Prajudi. ( 1974) Dasar-Dasar Administrasi Manajemen Jakarta LAN.

Hick, Hebert G. dan Gulliet, G Ray. ( 1995 ).Organisasi Teori dan Tingkahlaku, diterjemahkan oleh G. Kartaspoetra, Bumi Aksara, Jakarta.

Maslow, Abraham, H. (1970) Motivation and Personality/ New York : Harper and Row Publishers.

Moekijat, ( 1990 ), Asas-asas Perilaku Organisasi, Mandar Maju, Bandung.

……….., (1995), Manajemen Personalia dan Manajemen Sumberdaya Manusia, Mandar Maju, Bandung.

Robbins, Stephen P. (1994) Essential of Organizational Behavior, anew Jersey : Prentice-Hall.

Siagian, Sondang  P. (1987), Filsafat Administrasi, CV.Haji Masagung, Jakarta

……………………, (1988) Teori dan Praktek Kepemimpinan,CV.Haji Masagung, Jakarta

……………………, ( 1995) Organisasi dan Perilaku organisasi. Cetakan Kelima, CV Masagung, Jakarta.

Salusus.J. (2000). Pengambilan Keputusan Strategi. Untuk Organisasi Publik dan  Organisasi Non Publik, PT. Grasindo, Jakarta.

Sutarto, ( 1995 ), Dasar-dasar Kepemimpinan Administrasi, Gaja Mada University Press, Yogyakarta.

Sudjana, ( 1993), Metode Statistik, Tarsito, Bandung.

……………….., Nana, ( 1991), Tuntunaan Penyusun Karya ilmiah : Makalah, Skripsi, Tesis dan Disertasi, Sinar Baru, Bandung.

Sugyono, (2002), Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung.

Thoha, Miftah. ( 1990 ) Kepemimpinan dalam Manajemen. Penerbit PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

………………, ( 1995 ) Kepemimpinan dalam Manajemen. Penerbit, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Gary Yukl. (1995) Kepemimpinan Dalam Organisasi, edisi  Bahasa Indonesia Penerbit PT Indeks Kelompok GRAMEDIA

Agus Mustofa – QUANTUM IKHLAS ( Teknologi Akktivasi Kekuatan Hati ) Penerbitan PT Elex Media Komputindo.

 

 

Semoga bermanfaat

M.A.FOLAGOBA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: